Peningkatan Pemahaman Masyarakat Tentang Pentingnya Pendidikan Anak untuk Mengatasi Angka Putus Sekolah

Authors

  • Suardin Suardin Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Buton
  • Maryam Nurlaila Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Buton
  • Siti Rahmalia Natsir Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Buton
  • Nur Elyana Eka Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Buton
  • Hamid Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Muhammadiyah Buton

DOI:

https://doi.org/10.35960/pimas.v5i1.2208

Keywords:

Community Empowerment, School Dropout Children, Importance of Children’s Education, School Participation

Abstract

Limited public awareness of the importance of children’s education has contributed to persistently high school dropout rates. This community engagement program aimed to enhance public understanding and awareness of children’s education. The program employed a participatory approach through structured socialization and educational activities involving parents of school dropouts, education stakeholders, school principals and teachers, and village government officials. The results demonstrate a substantial improvement in participants’ understanding of the delivered materials, with comprehension levels increasing from 48.9% prior to the program to 84.2% after its implementation, representing an increase of 35%. The most pronounced improvement was observed in collaborative dropout prevention strategies. These findings indicate that the program effectively strengthened public awareness of the importance of synergy and collaboration among families, schools, communities, and government institutions in supporting the sustainability of children’s education.

ABSTRAK

Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak berdampak pada tingginya angka anak putus sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat tentang pendidikan anak. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan strategi sosialisasi dan edukasi kepada orang tua anak putus sekolah, masyarakat pemerhati pendidikan, kepala sekolah dan guru, dan pemerintah desa, sebagai peserta. Hasil pengabdian diperoleh bahwa terdapat peningkatan signifikan pemahaman masyarakat atas materi yang diberikan yakni tingkat pemahaman peserta sebelum kegiatan sebesar 48,9% dan setelah kegiatan menjadi 84,2% atau meningkat sebesar 35%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek strategi pencegahan kolaboratif. Menunjukan bahwa kegiatan ini dapat menumbuhkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam keberlanjutan pendidikan anak

References

Adha, M., Kodri, A., Hendrik, M., & Juniawan, F. P. (2024). STRATEGI MENGATASI ANAK PUTUS SEKOLAH BERBASIS EDUKASI DAN BERMAIN PERAN DI DESA SIMPANG TIGA, BANGKA BARAT. Communnity Development Journal, 5(3), 5776–5783.

Afrianti, D. (2024). Analysis of Student Dropout Potential Using the Multinomial Naive Bayes Algorithm. Indonesian Journal of Artificial Intelligence and Data Mining (IJAIDM), 7(2), 553–560. https://doi.org/10.24014/ijaidm.v7i2.32316

Ailsyah Putri Oktaviani, & Adi Soesiantoro. (2023). Upaya Penanganan Anak Putus Sekolah Dengan Program Kejar Paket PKBM Di Kelurahan Pucang Sewu. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 1(4), 335–344. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v1i4.718

Alves, V. M., & Bataha, K. (2022). Peran Fasilitator Puspaga Dalam Upaya Penanganan Kasus Anak Putus Sekolah (Studi Kasus Kelurahan Dupak). NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(4), 1483–1490.

Andani, B. W., Mustari, M., Alqadri, B., & Sawaludin. (2023). UPAYA PENANGGULANGAN ANAK PUTUS SEKOLAH DI KAMPUNG POLAK PENYAYANG DESA MASBAGIK SELATAN B. 08, 3871–3880.

Haekal Masarilharom, A., Kholiq, F., Fauzi Hidayat, A., Ferdy Firdaus Sudrajat, M., Kartika, F., Ardiana Putra, D., … Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, F. (2024). Sosialisasi Pentingnya Pendidikan untuk Mengurangi Tingkat Putus Sekolah di Desa Cibareno. Jurnal Pengabdian Dinamika, 11(1), 10–18. https://doi.org/10.62870/dinamika.v11i1.30040

Hajrani, S., & Batia, L. (2021). Parent Economy and Its Impact on Child Education In The Bajo Tribe In Marobo Village. 6(1), 132–141.

Hamdanesti, R. (2025). Meningkatkan Aksesibilitas Pendidikan bagi Anak-Anak Kurang Mampu (Vol. 3).

Kemensesneg, R. (2008). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 Tentang Wajib Belajar), 69–73. Retrieved from https://www.bertelsmann-stiftung.de/fileadmin/files/BSt/Publikationen/GrauePublikationen/MT_Globalization_Report_2018.pdf%0Ahttp://eprints.lse.ac.uk/43447/1/India_globalisation, society and inequalities(lsero).pdf%0Ahttps://www.quora.com/What-is-the

Kemensesneg, R. (2014). Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. UU Perlindungan Anak, 48. Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38723/uu-no-35-tahun-2014

Kusnady Tabsir, M. (2022). Peran Anak Usia Sekolah Dalam Ekonomi Keluarga di Madrasah Tsanawiah Negeri 7 Bulukumba. Al-Mutsla, 4(2), 90–102. https://doi.org/10.46870/jstain.v4i2.261

Lestari, B. Y. A., Kurniawan, F., & Ardi, B. R. (2020). Penyebab tingginya anak putus sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD). Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 299–308.

Mappapa, P. L. (2025). Data Kemendikdasmen, Angka Putus Sekolah Tertinggi Terjadi di SMK. p. 4. Retrieved from https://www.detik.com/edu/sekolah/d-7822286/data-kemendikdasmen-angka-putus-sekolah-tertinggi-terjadi-di-smk

Nuraeni, E., & Setiawan, U. (2023). SOSIALISASI PENCEGAHAN PUTUS SEKOLAH PAUD DENGAN MELIBATKAN ORANG TUA DI KAMPUNG TEGAL HEAS. Retrieved from https://doi.

Peraturan Daerah. (2025). Perda Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2025-2045.

Ranti, K., Atmadja, N. B., & Sendratari, L. putu. (2019). Upaya Pencegahan Anak Putus Sekolah di SMP Negeri 1 Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. E-Journal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha, 1(1), 12–22.

RI, P. (2017). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL. Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi, Keuangan Dan Bisnis, 2(1), 39–45. https://doi.org/10.24967/ekombis.v2i1.48

Ridwan, R., Irawaty, I., & Momo, A. H. (2020). FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH (Studi di Desa Mapila Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana). Selami Ips, 12(1), 62. https://doi.org/10.36709/selami.v12i1.10838

Syahrianti, W. O. (2022). Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Dan Cara Penanggulangannya. Jurnal Attening- Universitas Halu Oleo, 1(1), 113–124.

Wahyuni, A. T., Puspitasari, I., Saidah, L., Acep Purnawijaya Putra, & Elis Agustin. (2023). Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Wajib Belajar 12 Tahun Melalui Seminar Pendidikan di Desa Jayasari. 4(1), 446–453. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i1.867

Wardani, Y. D., Ruja, I. N., Towaf, S. M., Efendi, B. M. S., & Kurniawan, N. C. (2021). Analisis penyebab anak putus sekolah pada jenjang pendidikan SD dan SMP di Desa Sidorahayu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 1(12), 1294–1301. https://doi.org/10.17977/um063v1i12p1294-1301

Downloads

Published

2026-02-21

How to Cite

Suardin, S., Maryam Nurlaila, Siti Rahmalia Natsir, Nur Elyana Eka, & Hamid. (2026). Peningkatan Pemahaman Masyarakat Tentang Pentingnya Pendidikan Anak untuk Mengatasi Angka Putus Sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS, 5(1), 105–114. https://doi.org/10.35960/pimas.v5i1.2208

Issue

Section

Articles