Abstract

ABSTRAK


Latar belakang: Masa pubertas adalah  masa transisi ditandai dengan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, emosional serta social yang mempengaruhi perilaku seksual. Remaja usia 10-19 tahun sebanyak 15 % dari 200 pelajar mengaku sudah pernah melakukan hubungan seksual. Penelitian Silvi (2013) di SMP N 1 Baturaden menunjukan bahwa terdapat 10 responden dengan  pengetahuan kurang yang sebagian besar memiliki perilaku seksual negatif sebanyak 10 responden (100%). Oleh karenanya diperlukan  pendidikan kesehatan tentang pubertas untuk meningkatkan pengetahuan remaja awal tentang masa pubertas agar terhindar dari perilaku seksual negative. Metode: penelitian eksperimen ini menggunakan analisis kuantitatif paired sample t test dengan populasi penelitian adalah pelajar SMP N 1 Baturaden usia 15 tahun. sampel diambil secara cluster random sampling, dan data primer diambil menggunakan kuesioner. Hasil: paired sample t test menunjukan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang masa pubertas terhadap pengetahuan remaja awal dengan nilai p (signifikansi) = 0,0001 (p < 0,05). Luaran penelitian ini adalah berupa prociding atau publikasi ilmiah baik nasional maupun internasional, dan produk penelitian berupa leaflet masa pubertas.


Keyword: Pengetahuan, Pubertas, Remaja Awal.