Pengaruh Beban Kerja Dan Kondisi Kerja Terhadap Tingkat Stres Perawat Ibs Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banjarnegara

Authors

  • Indri Heri Susanti Stikes Harapan Bangsa
  • Noor Rochmah Ida Ayu TP
  • Iis Setiawan Mangkunegara

Abstract

Ruang IBS memiliki kecenderungan tingkat stres yang tinggi bagi perawat pelaksana, hal ini disebabkan kondisi dan beban kerja di ruang IBS sangat berat dan menuntut tanggung jawab yang tinggibagi perawat pelaksana. Beban kerja baik secara kauntitatif maupun kualitatif merupakan stresor yang kuat terhadap perawat pelaksana di ruang IBS sehingga perlu mendapat perhatian yang tinggi. Hal ini dapat berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja dan pencapaian tujuan organisasi Rumah Sakit.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara beban kerja dan kondisi kerja terhadap tingkat stress perawat IBS RSUD Kabupaten Banjarnegara.

Penelitian ini menggunakan metode field research. Responden dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di ruang IBS Rumah Sakit Banjarnegara yang sesuai dengan criteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sebanyak 30 responden Analisis data menggunakan uji Spearman Rank.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara beban kerja dan kondisi kerja terhadap tingkat stress perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Banjarnegara dengan nilai p untuk beban kerja adalah 0,010 dan nilai p untuk kondisi kerja 0,000 adalah < α = 0,05.

 

Kata kunci: Beban Kerja, Kondisi Kerja, Stress Kerja, Perawat IBS

References

Abraham dan Shanley. (2009). Stress in Health and Disease. Dikutip dari Psychoneuro immonology, American Psychiatric Press.

Arikunto, S. (2005). Manejemen Penelitian. Pt. Rineka Cipta. Jakarta

Bahrul.L, (2009) Pengaruh Stres Kerja Terhadap Prestasi Kerja Identifikasi Manajemen Stres yang digunakan Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Ulin Banjarmasin.

Bond C. (2006). Klasification Stres. Batam: Interaksara

Depkes RI. (2004). Prevalensi tingkat stress pada pekerja lapangan. Departemen Republik Indonesia

Ester .(2005). Manajemen Stres, Cemas dan Depresi pada Perawat. Jakarta: FKUI

Hamid, (2005) Rencana Strategik Keperawatan, A.Y. 2006. EGC, Jakarta.

Hambly.(2008). Tinjauan Tentang Stres. Jogjakarta: RenikaCipta

Handoko, (2008) Stress pada Masyarakat Surabaya, Jurnal Insan Medik Psikologi 3;61 – 74 Fakulyas Psikologi Universitas Airlangga.

Haryanti, Aini, Purwaningsih. (2013). Hubungan Antara Beban Kerja dengan Stress Kerja Perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Semarang. Jurnal Manajemen Keperawatan. Vol. 1 No. 1.

Hawari, D, (2008) Manajemen Stres Cemas dan Depresi Balai Penerbit FKUI. Jakarta.

Hudak& Gallo (2003). Seri Kesehatan Bimbingan Dokter Pada Stres. Jakarta: Dian Rakyat

Hendrayanti.(2007). Analisis Beban Kerja Sebagai Dasar Perencanaan Kebutuhan SDM. Jakarta: Salemba Medika

Herlambang.(2008). Stres dan Gangguan Hormonal. Retrieved December 20, 2008, from Http://www.jambi-independent.co.id

Hidayat,A. (2007). Riset keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika

(2009). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika

(2011). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika

Handoko, (2008) Stress pada Masyarakat Surabaya, Jurnal Insan Medik Psikologi 3;61 – 74 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Handoyo, (2001) Stress pada Masyarakat Surabaya, Jurnal Insan Medik Psikologi 3;61 – 74 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Ilmi, (2003) Kesehatan dan Keselamatan Kerja terhadap terjadinya stress. Kumpulan Makalah, Penerbit Universitas Indonesia.

Kasmarini. (2012). Pengaruh Beban Kerja Fisik dan Mental terhadap Stres Kerja pada Perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cianjur. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Volume 2. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.

Laely. (2007). Stres Kerja dan Depresi Karyawan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka

Manuaba, A., (2009) Ergonomi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dalam Wygnyosoebroto. S & Wiranto S.E. Eds. Proceeing Seminar Nasional Ergonomi PT. Guna Widya Surabaya.

Munandar, (2008) Pandangan Interaktif stress ditentukan dari factor lingkungan dan factor individu, 402. Jakarta: Bumi Aksara

Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Nursalam. (2009). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Prihatini, Lilis. Dian. (2004). Analisis Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja Perawat di Tiap Ruangan Rawat Inap RSUD Sidikalang.

Putrono, (2002). Analisa Hubungan Beban Kerja dan Kondisi Kerja Terhadap Stres Perawat ICU Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo.

Restiaty, (2008) kondisi beban kerja dan stress ditentukan dari faktor lingkungan dan faktor individu. Jogjakarta: Renika Cipta

Saryono. 2009. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jogjakarta: Mitra Cendekia Press.

Sheilly. (2006). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Volume 3. Jakarta: EGC

Suhartini. (2013). Analisis Hubungan Beban Kerja dan Shift dengan Tingkat Stres Kerja Perawat di IGD RSU Dr. H Koesnadi Bondowoso.

Sugiono. 2007. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Syamsul Hidajat & Jong, (2004) Pedoman Perawatan Pasien. Jakarta: EGC

Widyasari, (2010) Increased Prevalance of Post – Traumatic Stress Disorder Symtoms In Critical Car Medicine, vpl 175, h. 693 – 697.

Yuliana. (2010). Ilmu Psikologi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Yurisa, W. (2008). Etika penelitian kesehatan. httpyayanakhyar.files.wordpress.com 200901etika-penelitian-kesehatan_files-of-drsmed.pdf. (Diakses 12/01/2014)

Published

2015-06-15

How to Cite

Susanti, I. H., Ida Ayu TP, N. R., & Mangkunegara, I. S. (2015). Pengaruh Beban Kerja Dan Kondisi Kerja Terhadap Tingkat Stres Perawat Ibs Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banjarnegara. Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan Dan Keperawatan, 8(15). Retrieved from https://ejournal.uhb.ac.id/index.php/VM/article/view/87

Issue

Section

Keperawatan